Hampir dalam semua ranah kehidupan martabat perempuan
direndahkan, termasuk dalam media komunikasi. Konstruksi budaya dan status
sosial menjadikan perempuan sebagai nomor dua. Dalam media, martabat perempuan
dilanggar oleh mentalitas yang memandang mereka bukan sebagai pribadi melainkan
sebagai barang, sebagai objek perdagangan melalui eksploitasi kecantikan demi harga jual produk
tertentu. Martabat mereka direndahkan ketika para perempuan hanya dihargai
karena penampilan fisik dan bukan karena skill, profesionalisme, kemampuan
intelektual maupun kepekaan hati mereka yang sangat dalam. Dalam sistem ekonomi saat ini, perempuan banyak diperlakukan
seperti barang dagangan dan menjadi sasaran propaganda pola hidup konsumtif.
Untuk itu,
persoalan tersebut hendak dibahas dalam dua bagian penting. Pertama, kami membahas beragam model
eksploitasi atas tubuh perempuan dalam media. Kedua,
kami membahas pandangan Gereja Katolik berkaitan dengan martabat perempuan, dan
bagaimana seruan Gereja terhadap perkembangan media dewasa ini.