TELEPHON
Sudah lama aku menunggu janjimu,
semenjak kau meminta kau untuk berbicara.
“Hubungi nomor ini, misscall tak apa,” pintaku saat itu.
Kau tertunduk, memberi harap padaku.
T’lah lama aku siapkan jawab atas tanyamu
“Aku ingin mencintaimu secara sederhana,
dengan kata yang tak sanggup diucapkan
Via udara mungkin kita bisa berbicara
Penantianku t’lah lama atas irama nada yang sama
Asaku merindukan suara yang pernah mendesah dibahuku
Ingin kujawab pinta terakhirmu, hanya dengan beberapa untaian kata
via udara, karena aku bingung ‘tuk bersua muka
Tapi............. ah menanti........
Memang membosankan.............
Dering itu tak kunjung tiba.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar